Ancaman Musim Semi itu Bernama Magpie Swooping Season

Musim semi adalah saat paling menyenangkan buat warga tropis yang tinggal di negeri empat musim.  Di saat ini kami bisa menikmati siraman matahari dengan takaran yang pas: nggak terlalu panas atau dingin. Sejuk-sejuk asik gitu sehingga ideal untuk berkegiatan di luar rumah.  

Saya pun memanfaatkan cuaca musim semi dengan lari pagi di sekitar pemukiman tempat tinggal kami, di negara bagian Victoria. Daerah yang tergolong asri dengan berbagai jenis tanaman Eucalyptus yang mendominasi. Lagi-lagi, ini mengingatkan saya pada tanah air yang kaya keragaman biota:  jenis burung yang bervariasi termasuk loriket Pelangi, kakatua jambul kuning, galah, gagak, burung dara, kookabura dan magpie. Yang terakhir ini paling berkesan bukan hanya karena tidak saya temukan di Indonesia tapi ada pengalaman kurang menyenangkan sekaligus traumatis bagi beberapa orang. Mirip-mirip dikejar soang jaman kecil dululah.

Lagi asik-asiknya berlari, tetiba saya dikejutkan oleh  gerakan cepat seekor burung berwarna hitam puith yang terbang menukik mendekati. Refleks saya menunduk serendah mungkin. Setelah merasa aman, saya kembali berdiri tegak, dan saat itulah baru sadar bahwa saya baru saja terkena serangan menukik magpie (magpie swoop).  Penasaran, setelah kejadian tersebut, saya jadi mulai mencari tahu tentang perilaku burung ini. 

Burung magpie Australia, yang memiliki nama latin Craticus tibicen banyak ditemukan di semua negara bagian benua ini. Memiliki bulu yang didominasi hitam dan warna putih pada bagian punggung serta warna keputihan pada bagian paruhnya. Magpie Australia mendapatkan namanya dikarenakan kemiripan warna bulu dengan magpie Eurasia, Corvus pica, yang banyak ditemukan di benua Eropa. 

Secara taksonomi, kedua magpie ini berasal dari keluarga yang berbeda. Magpie Australia merupakan anggota keluarga Artamidea, sementara magpie Eurasia berasal dari Corvidae. Perbedaan lainnya adalah ukuran tubuh kedua magpie tersebut. Magpie Australia memiliki ukuran tubuh cenderung lebih besar dibandingkan dengan magpie Eurasia. Di samping perbedaan yang telah disebutkan, ada satu perbedaan menarik lainnya yang dimiliki oleh magpie Australia, yaitu perilaku menukik (swooping).

Magpie betina bertelur pada bulan Agustus dengan jumlah tiga sampai dengan lima butir. Memasuki musim semi, magpie mulai menetaskan telurnya. Pada masa inilah magpie jantan akan melindungi telur atau anaknya dari semua hal yang dianggap ancaman, termasuk pejalan kaki, pesepeda, atau pun hewan peliharaan yang melintas di daerah tempat magpie bersarang. Biasanya magpie jantan akan melakukan swooping pada kisaran 100-meter dari sarangnya. 

Perilaku yang biasa ditunjukkan yaitu mengepakkan sayapnya berkali-kali, menukik di atas kepala pejalan kaki, pelari atau pesepeda, serta mengeluarkan suara melengking sebagai peringatan. Perilaku ini biasanya akan terus ada sampai anak burung mulai belajar terbang dan meninggalkan sarangnya, sekitar enam minggu setelah telur menetas. Biasanya, musim menukik magpie akan selesai pada bulan Oktober setiap tahunnya. Di beberapa tempat, musim ini akan berlangsung lebih lama lagi sampai dengan bulan Januari, bertepatan dengan musim panas. 

Sumber: news.com.au

Perilaku menukik magpie kerap menjadi perhatian warga pada awal musim semi. Hal ini dikarenakan cukup banyaknya orang yang mengalami luka akibat serangan ini. Bahkan pada awal 2021, di negara bagian Queensland, seorang ibu harus kehilangan bayi karena terjatuh saat mencoba melindunginya dari serangan menukik magpie. 

Akibat dari kejadian tersebut, pemerintah lokal di seluruh negara bagian Australia mulai meningkatkan usahanya untuk melindungi warganya dari serangan menukik magpie. Beberapa langkah yang diupayakan salah satunya adalah memasang tanda peringatan di pohon tempat magpie bersarang. Magpie memiliki kecenderungan memilih tempat bersarang yang sama di setiap tahunnya. Oleh sebab itu, pemasangan tanda tempat magpie bersarang akan sangat membantu warga terhindar dari serangan. 

Bagi pesepeda, cara terbaik menghindari serangan magpie adalah menggunakan helm dengan tambahan antena plastik yang bisa dibuat sendiri di rumah. Untuk pejalan kaki, sebaiknya memilih jalur yang bebas dari tempat  magpie bersarang. Usahakan berjalan dalam satu kelompok (tidak sendirian). 

Informasi dan langkah-langkah yang tepat, akan menghindarkan warga dari serangan magpie. Dengan demikian, manusia dan magpie tetap dapat hidup berdampingan. Warga pun tetap dapat menikmati musim semi yang hangat dan penuh warna warni bunga nan cantik. 

Ngomong-ngomong, kalau untuk menghindari serangan soang ada tipsnya nggak ya?

Ditulis oleh Fitriah Usman, Biologi 97. Saat ini bersama keluarga tinggal di Australia

4 Replies to “Ancaman Musim Semi itu Bernama Magpie Swooping Season”

Comments are closed.