Konservasi Gajah bersama UI Biofest 10th

UI Biofest merupakan acara terbesar dari HMD Biologi yang dilaksanakan setiap tahun dengan mengutamakan nilai konservasi. UI Biofest juga menjadi wadah untuk memperkenalkan tentang konservasi kepada masyarakat di seluruh Indonesia, baik tumbuhan, hewan, mikroorganisme, maupun lingkungan. UI Biofest sendiri terdiri dari berbagai kegiatan, yaitu Pre-event, Grand Opening, Lomba Infografis, Biologi Dalam Dunia Anak, Olimpiade Biologi Nasional, Webinar Konservasi, dan Closing Ceremony. Kegiatan UI Biofest 10th sebagian besar dilaksanakan secara daring.

Pada kesempatan ini, penulis mewawancarai Project Officer UI Biofest 10th, yaitu Kak Vallerie Carina S. (Biologi 2019). Kak Vallerie menyebutkan tema dari UI Biofest 10th diambil dari hewan yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan, yaitu gajah Sumatera dan gajah Kalimantan. Alasan dari pengambilan tema tersebut adalah gajah Indonesia yang berstatus terancam punah. Selain itu, gajah adalah hewan besar yang disukai baik anak-anak maupun orang dewasa dan sangat berpengaruh terhadap alam sebagai ecosystem engineers. Berdasarkan hal tersebut, Kak Vallerie menargetkan kegiatan UI Biofest 10th dapat diterima oleh semua kalangan usia.

UI Biofest 10th tentunya memiliki visi dan misi agar semua kegiatan dapat berjalan dengan baik. Visi dari UI Biofest 10th adalah mewujudkan nilai konservasi yang nyata dalam meningkatkan edukasi dan empati masyarakat umum terhadap Gajah Indonesia. Sedangkan misi dari UI Biofest 10th terbagi menjadi tiga, yaitu mengadakan berbagai kegiatan menarik untuk mengedukasi masyarakat tentang konservasi, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi, dan melakukan aksi nyata terkait konservasi.

UI Biofest 10th berjalan sangat sukses bagi Kak Vallerie karena semua target tercapai bahkan lebih dari target yang direncanakan. Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu kegiatan UI Biofest, yaitu Olimpiade Biologi Nasional. Jumlah pendaftar olimpiade biologi nasional ditargetkan sebanyak 200 orang, tetapi jumlah pendaftar mencapai 352 orang. Kak Vallerie menyebutkan bahwa dengan banyaknya jumlah pendaftar, UI Biofest 10th dapat memberikan donasi lebih ke gajah Indonesia.

Dengan suksesnya acara tersebut, Kak Vallerie menyebutkan ada beberapa faktor yang mendukung hal tersebut, yaitu internal, eksternal, komunikasi yang lancar, kebebasan berpendapat, serta penetapan satu visi misi. Internal UI Biofest 10th memiliki bentuk tim yang sangat paham dalam menjalankan dan menangani bidangnya masing-masing sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. PI dan BPH UI Biofest 10th juga memiliki sifat keterbukaan sehingga ketika ada masalah dapat diselesaikan dengan baik dan cepat. Sebagai project officer, Kak Vallerie menikmati proses berjalannya acara sehingga masalah yang terjadi menjadi sedikit. Tantangan terberat bagi Kak Vallerie dalam mengurus acara ini adalah berurusan dengan pihak eksternal karena memiliki prosedur yang cukup rumit seperti dalam perizinan penggunaan tempat.

Berbicara tentang seberapa berpengaruh UI Biofest terhadap lingkungan, Kak Vallerie belum bisa memperkirakan seberapa berpengaruhnya terhadap lingkungan, tetapi tim UI Biofest 10th telah berusaha menyebarkan suara konservasi ke masyarakat seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya. Hal ini juga berbalik lagi kepada diri kita masing-masing yang mau menerima atau tidaknya konservasi tersebut dan kita berharap semuanya menerima sehingga kita akan lebih peduli terhadap gajah Indonesia. Jika dilihat dari hal yang lain, UI Biofest 10th disambut baik oleh masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari antusias masyarakat pada kegiatan pre-event dan main event.

Pesan Kak Vallerie sebagai Project Officer UI Biofest 10th untuk UI Biofest tahun selanjutnya adalah “Semoga UI Biofest tahun depan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya, semoga antusias dari teman-teman dan masyarakat lebih ramai, dan semoga inovasi dari UI Biofest lebih menarik lagi dari tahun sebelumnya”.

 

Ditulis oleh Staf UKEL 2022