Kak Yuni: Anak Bisa Belajar Sains dengan Cara yang Asyik, Mudah, dan Menyenangkan

Sore hari pada tanggal 12 September 2021, penulis berkesempatan untuk berbincang santai dengan salah satu alumni biologi UI angkatan 1997 yaitu Kak Yuni Widiastuti, (Kak Yuni).   Kak Yuni adalah founder dari Rumah Main STrEAM yang berdiri pada tahun 2018. Rumah Main STrEAM sendiri adalah “rumah” kedua untuk keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk terlibat dalam pembelajaran dan bermain berbasis STEAM.

Saat masih menjadi mahasiswa biologi, Kak Yuni mengikuti BSO Sigma-B UI. Setelah lulus pada tahun 2003, Kak Yuni melanjutkan kegiatannya sebagai sukarelawan di Terangi dan bekerja paruh waktu di Seaworld Indonesia.   Selama bekerja, Kak Yuni sangat sering bertemu dengan anak-anak dan akhirnya Kak Yuni menemukan passion dalam hal mengajar.

Kak Yuni mendapat penawaran dari professor Yohanes Surya, Ph.D untuk mengajar di Surya Institute sebagai guru olimpiade dan juga guru bagi anak-anak Papua. Selama 12 tahun berada di Surya Institute, Kak Yuni banyak belajar mulai dari membuat eksperimen, cara mengajar sains dan matematika yang asyik, sampai membuat modul pelatihan guru.   Pelatihan gurulah yang membuat kak Yuni jalan-jalan keliling Indonesia sambil tetap memelihara jiwa peneliti laut dengan cara lebih banyak memberikan pelatihan guru untuk daerah Indonesia bagian timur.   Kak Yuni menjadi guru, trainer guru, sampai mendirikan sekolah untuk anak yang Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa di Surya Institute.

Setelah keluar dari Surya Institute, Kak Yuni sempat bekerja di sebuah sekolah swasta di bagian Research and Development untuk membangun sistem pendidikan yang bagus untuk sekolah tersebut. Setelah berkeluarga, merasakan sulitnya tanggung jawab sebagai orang tua, Kak Yuni mengambil master di jurusan psikologi anak usia dini, Universitas Indonesia untuk mendalami tumbuh kembang seorang anak. Sampai saat ini kak Yuni juga masih aktif memberikan pelatihan guru termasuk untuk Pengajar Muda di Indonesia Mengajar.

Dimulai dari pengalaman mengajar, bertemu dengan banyak guru, dan punya anak, Kak Yuni merasa bahwa orangtua memiliki peran yang sangat besar dalam hal mendidik anak, jadi orangtua perlu dibantu dalam hal ini. Kebanyakan Orangtua menganggap bahwa anak dididik hanya di sekolah, padahal pada saat bermain dan melakukan kegiatan sehari-hari di rumah justru adalah momen bagi orangtua untuk menanamkan karakter, pola berpikir, keterampilan, dan sebagainya kepada anak. Akhirnya, Kak Yuni mulai membangun Rumah Main STrEAM dimana kak Yuni dan timnya akan berbagi ragam aktivitas bermain anak menjadi lebih bermakna dengan melibatkan peran orang tua.

Rumah Main STrEAM mempromosikan pendidikan STEAM (science, technology, engineering, art, and math) dan menambahkan unsur tradisional karena melihat banyak permainan tradisional di Indonesia yang berhubungan dengan pendidikan STEAM. Rumah Main STrEAM didirikan dengan tujuan untuk menemani orang tua dan sekolah dalam pembelajaran anak. Beberapa kegiatan dalam Rumah Main-STrEAM, antara lain Komunitas Ibu Main STrEAM (KIMS), Komunitas Guru Main STrEAM (KGMS), Kelas Main STrEAM untuk Toddler, Kotak Main Stream, dan Kelas Main STrEAM Profesi.

Ditulis oleh UKEL 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published.