Serunya Berburu Foto Di Kampus UI

Berawal dari saling memberi komen di FB, aku dan mbak Rondang akhirnya sepakat untuk bertemu dan mengumpulkan beberapa orang teman untuk hunting foto di kampus UI, Depok.

Kami, aku dan mbak Rondang (lengkapnya bernama Tiurma Rondang Sari), memang berasal dari dua generasi yang rentangnya cukup jauh. Satu dasawarsa lebih mungkin. Tapi apalah artinya jaman, toh kata NKOTB: age is just a number

Aku sendiri baru mengenal dekat Mbak Rondang yang notabene senior (kating kalo kata anak sekarang) di Biologi melalui pertemanan di FB kurang dari setahun. Mbak Rondang juga orang yang mengenalkan dunia fotografi melalui sekolah motret daring bernama MKJ atau Motokuyjek sejak Mei 2021. Dari kelas basic hingga Digital Imaging yang membuat pening kepala karena mengasah kemampuan seni dan imajinasi kita untuk menciptakan hasil karya menarik. 

Sabtu itu, hanya aku dan Mbak Rondang yang merupakan alumni UI. Sisanya sebanyak  enak  orang lainnya adalah teman-teman yang kami kenal dari hobi fotografi.  Sebenarnya berkunjung ke Kampus UI di akhir pelan itu hal biasa bagi kami alumni maupun masyarakat sekitar. Tapi,, mengingat kondisi PPKM masih diberlakukan di area kampus, maka cara memasuki UI hari itu menjadi pe-er besar buat kami.  

Demi menghindari hal-hal yang nggak diinginkan seperti ditolak masuk kampus,  sebelum hari H aku mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang memasuki-kampus-UI-di-masa-pandemi lewat Whatsapp Group alumni. Rasanya udah kayak mau UMPTN, nyari tips dan trik biar lolos…

Hari H, kami sepakat untuk berkumpul di Halte UI sebelum jam 8 pagi. Beberapa rekan yang sama sekali belum pernah ke UI dibekali jurus menembus pintu masuk supaya berhasil melewati  pemeriksaan sekuriti: keperluan tes Covid di RSUI. 

Trik ini berhasil. Rombongan hunting foto yang membawa mobil juga lolos screening satpam di pintu masuk. 

Selasar FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) menjadi meeting point kami karena lebih dekat dengan danau UI dan Rektorat yang menjadi tujuan titik awal hunting foto. Cekrak cekrek swafoto  buat barang bukti…. posting di grup lumayan buat bikin ngiri yang batal ikut. 

Meski ini bisa dibilang pertama kali kopdar (setelah sebelumnya semua online), keakraban langsung terasa. Mungkin juga karena cuaca cukup hangat jadi gampang cair 😁 

Tak ada aturan baku obyek foto yang harus diambil. Demikian pula perangkat yang digunakan: ponsel atau kamera DSLR silakan saja. Aku sendiri lebih memilih ponsel untuk praktik mobile photography. Dan, seperti biasa bagian terseru dari photo hunting adalah memotret orang yang sedang memotret. Semacam motretception


Lokasi hunting berikutnya adalah di sisi danau UI. Di danau inilah ingatanku terlempar  ke  23 tahun yang lalu, ketika harus menggunakan rakit buatan seadanya untuk mengambil sampel bentos dan sedimen dari dasar danau. Sampel ini  selanjutnya dibawa  ke Laboratorium Ekologi, Jurusan (sekarang Departemen) Biologi untuk diidentifikasi. Masa-masa kuliah Kerja Praktek yang penuh perjuangan…

Ngomong-ngomong soal lokasi hunting, sudah jadi rahasia umum kalau kampus UI memang punya banyak cerita misteri. Nah, sesi foto hari itu pun nggak luput dari nuansa agak horor. Salah seorang teman yang memiliki kemampuan indigo, sempat terdiam tiba-tiba waktu kami berswafoto dan bersenda gurau di sisi danau. Meski kami sudah berusaha merayunya untuk sedikit bercerita apa yang dia rasa atau lihat saat itu, jawabannya tersenyum dalam diam.

Menurut teman-teman, ada apa ya? 

Ditulis oleh Syahrul Maulani, Biologi 95 dan disunting dengan tanpa mengubah makna.