PENGALAMAN MENJADI LULUSAN ONLINE DEPARTEMEN BIOLOGI FMIPA UI DI SITUASI PANDEMI

Pandemi Covid-19 membuat para mahasiswa yang sedang menjalani tahun-tahun akhir di universitas menjadi kebingungan karena mengalami berbagi kendala dalam mempersiapkan kelulusan. Hal tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 menjadi alasan berubahnya sistem kelulusan dari offline menjadi serba online. Tentu saja hal tersebut juga dirasakan oleh mahasiswa Departemen Biologi FMIPA UI angkatan 2016 yang bernama Ni Wayan Christina.

Selama berkuliah di Biologi FMIPA UI Kak Wayan yang merupakan panggilan akrabnya tidak pernah sekali pun merasakan kuliah online karena dirinya saat itu sedang melakukan penelitian untuk menyelsaikan skripsi yang ia buat hingga pada akhirnya saat ia ingin menyusun skripsi Kak Wayan harus dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Bahkan mengambil data untuk penelitian pun Kak Wayan harus ekstra hati-hati dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dikarenakan perjuangan mengolah data di laboratorium seperti perjuangan hidup dan mati. Namun karena kegigihan dan semangatnya yang kuat, Kak Wayan akhirnya dapat melalui ujian itu dengan baik.

Tentu saja bukanlah hal ynag mudah untuk menjadi seorang lulusan sarjana di saat situasi pandemi seperti ini. Banyak mekanisme yang berubah hingga membuat perasaan menjadi gelisah. Kak Wayan mengatakan bahwa kunci untuk menghindari perasaan gelisah yaitu dengan percaya kepada Tuhan dan tetap berpikiran positif bahwa dibalik perjuangan yang dilakukan pasti akan ada hasil yang berbuah manis. Kak Wayan juga memiliki keluarga yang senantiasa mendukungnya sehingga Kak Wayan dapat bertahan dan akhirnya dapat menerima gelar yang dinantikannya. Meskipun demikian, Kak Wayan menuturkan jika perasaan gelisah pasti akan  selalu ada dan mungkin itu adalah hal yang manusiawi dirasakan oleh kebanyakan orang yang berada di posisinya saat itu. Tetapi perasaan gelisah itu seharusnya tidak menjadi alasan yang cukup untuk dirinya menyerah.

Menjadi lulusan online memang bukanlah hal yang mudah. Banyak impian yang terlewatkan untuk dilakukan. Impian tersebut anatara lain merayakan kelulusan dan wisuda dengan berkumpul dan berswa foto bersama keluarga dan orang terdekat di depan Gedung Rekorat Univresitas Indonesia yang menjadi gedung ikonik dari Universitas Indonesia. Meksipun hal itu tidak dapat dilakukan oleh Kak Wayan tetapi Kak Wayan tetap bahagia karena telah berhasil lulus dan menyelesaikan studinya. Bagi Kak Wayan yang terpenting bukan hanya merayakan kelulusan akan tetapi esesensi dari wisuda dan kelulusan adalah mampu membuat kedua orang tua dan juga keluarganya bahagia serta bangga.

Oleh karena itu untuk tetap membuat kedua orang tuanya bahagia, Kak Wayan berencana bersama anggota keluarganya ingin mengabadikan momen sakral kelulusannya dengan mengunjungi Gedung Rektorat Universitas Indonesia untuk berfoto bersama. Hal itu merupakan bentuk hadiah sederhana yang dapat dilakukan oleh Kak Wayan untuk menghibur diri dan juga keluarganya meskipun tidak dapat berfoto bersama saat hari wisuda berlangsung. Bagi Kak Wayan meskipun hal tersebut terbilang sederhana namun tidak mengurangi kebahagian yang dirasakan olehnya dan keluarganya. Karena bagaimana pun berswa foto di depan Gedung Rektorat hanyalah pemanis saja selama prosesi wisuda dan hal yang paling penting yang harus disyukuri adalah ia masih diberikaan kemudahan oleh Tuhan untuk dapat menyelesaiakn studinya pada tahun ini.

Sikap positif dan rendah hati Kak Wayan terbetuk dikarenakan ia pernah melakukan berbagai kegiatan pengabdian masayarakat melalaui Departemen Sosmaling di HMD Biologi FMIPA UI dan juga melalui acara di FMIPA yang bernama MGV (MIPA Green Village). Dari kegiatan pengabdian masyarakt tersebutlah Kak Wayan belajar banyak tentang artinya bersyukur. Pada kegiatan tersebut Kak Wayan bertemu dengan banyak anak-anak yang nasibnya masih kurang beruntung namun mereka memiliki semangat yang luar biasa untuk tetap belajar. Hal itulah yang membuat Kak Wayan mulai menyadari bahwa hal sekecil apapun harus disyukuri dalam hidup begitu pula untuk kelulusan yang dilaksanakan secara online ini.

Banyak hal yang mampu dipelajari dari pengalaman Kak Wayan sebagai seorang wisudawati online tahun ini. Mulai dari arti bersyukur untuk menerima semua hal yang terjadi, tetap berpikiran positif meskipun situasi memang tidak memungkinkan, dan juga tetap membahagiakan kedua orang tua. Kak Wayan mengakui bahwa pada awalnya memang orang tuanya kecewa dengan keputusan untuk melaksanakn wisuda online.

Akan tetapi, Kak Wayan dnegan sabar memberikan pengertian kepada kedua orang tuanya bahwa wisuda online tidaklah seburuk apa yang dipikirkan meskipun Kak Wayan sendiri belum mendaptkan informasi mengenai bentuk acara wisuda seperti apa yang akan dilaksankan. Namaun Kak Wayan memberitahui kedua orang tuanya bahwa saat pemasangan toga yang biasanya dilakukan oleh rector, kali ini akan dilakukan oleh kedua orang tuanya. Kejadian itu bagi Kak Wayan akan menjadi momen yang paling indah dan akan ia kenang selama hidupnya. Kak Wayan menjelaskan mengenai informasi wisuda online yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 November 2020. Namun, ia juga belum mengatahui secara pasti bentuk wisuda seperti apa yang akan terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.